jajal postingan terbalik

ʇǝu˙ʇxǝʇdılɟ sɐʇılısɐp ǝʞɐd ƃolq ıp ƃuıʇsoɯ lɐɾɐɾu

wahn

adakah yang lebih berbahaya dari penyakit cinta dunia dan takut mati?

obrolan tua

oknum : Om…salam dari dedek
tersangka : o ya. salam balik. sehat cepet gede. katanya mau ikut om ke *******.
oknum : ah, si om tukang gosip nih. kalo mau dedek ikut ke ******* berarti 3 tahun lagi.
tersangka : ya doain aja. moga tantenya sabar. nggak diambil orang.
oknum : om nya yang sabar apa tantenya? sajak e wis mantep karo sing iki. ojo gelo nek kedisikan diambil wong. salahmu dewe rak ndang lulus. [sepertinya udah yakin sama yang ini. jangan kecewa kalo keduluan diambil orang. salahmu sendiri nggak cepet2 lulus.]
tersangka : soal lulus gampang. kan sekarang dah ada yang jadi motivasi.
oknum : mesak ke wong tuo mu [kasian orang tua mu]. mereka tidak lagi jadi motivasi. ck…ck…ck…
tersangka : astaghfirullah al adzim,…iya ya mbak. omonganmu menohok mbak.
oknum : YES!!!

hikmah:
saya berasa dapat tamparan keras dari obrolan ini. bener juga ya. dah lama banget sy ngerasa nge-boong-in orang tua sy. soal kuliah yang gak selesai2.
kawan, sy bertekad bakal segera lulus. dalam hitungan bulan ini. sebelum lebaran. ini buat orang tua sy. karena sy bakal seneng banget liat mereka bangga.

Mood: Sadness

Listening to: PADI: sak album

Reading: powerpoint dari ddii

Watching: cover depan bertandatangan Cici Tegal

Drinking: es kopi

Setelah Pesta Usai

presiden RI 2009-2014

Bereskan kembali rumah kita. Pesta telah usai. Mungkin ada yang tak puas. Ada yang kecewa. Tapi tentu banyak pula yang bersuka cita. Apapun itu, kita dapat melihat hasilnya kini. Semua akan terlihat setelah hari ini. Siapa siapa yang banyak berbicara kemarin. Paling banyak berjanji. Pastikan kita semua mengingatinya. Biar tak lagi kita tertipu untuk kesekian kalinya.

Bereskan kembali rumah kita. Rumah besar tempat kita beranak pinak tinggal dan hidup. Yang kotor, bukan saja setelah pesta kemarin usai, tapi berantakan setelah lewat 60 tahun dan kita belum benar-benar bisa merapikannya. Telah berlalu sekian kepala rumah tangga, tapi tak semua anggota keluarga kita bisa menikmati indahnya hidup.

Mari rapikan kembali rumah kita, yang sempat diacak oleh keributan antar anggota keluarga, saat kecurigaan dikedepankan, ketidakpuasan diperturutkan. Dan kita rasarasanya mulai tidak kenal siapa anggota keluarga kita.

Mari selamatkan rumah kita, rumah tempat kita tinggal bersama, dari tangan tangan jahil pencuri. Atau dari kenakalankenakalan anggota keluarga yang menjual satu persatu perabotan rumah kita, menguasai dapur untuk memenuhi perutnya sendiri.

Siapa siapa yang banyak berbicara kemarin. Paling banyak berjanji. Pastikan kita semua mengingatinya. Biar tak lagi kita tertipu untuk kesekian kalinya.

jika engkau jujur pada ALLAH…

Dari Syadad bin Al-Hadi ra. bahwasanya ada seorang laki-laki dari suku Badui dan datang beriman kepada Nabi saw. Kemudian dia berkata, “Aku akan hijrah bersamamu” Rasulullah kemudian memberitahukan hal ini kepada sebagian sahabatnya. Dan adalah suatu ketika, selesai perang kaum muslimin mendapat ghanimah, di sana terdapat Rasulullah saw. Maka ia pun (orang tadi) mendapat bagian (dari ghanimah itu). Ia bertanya, “Apa ini?” Rasulullah menjawab, “ini bagianmu” ia berkata, bukan karena ini aku mengikutimu, aku mengikutimu gar aku terkena anak panah ke sini (ia mengisyaratkan ke arah lehernya), maka aku mati dan masuk surga.” Rasulullah bersabda, “Jika kamu jujur kepada Allah (dalam hal ini) maka Allah akan mengabulkannya.” Mereka istirahat sejenak, kemudian menuju sebuah peperangan menghadapi musuh. Maka orang tadi dibawa ke hadapan Rasulullah saw. Dalam keadaan terkena anak panah persis di bagian leher seperti yang ia isyaratkan sebelumnya. Rasulullah bertanya, “Apakah ini orang tadi?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya” Rasulullah bersama, “ia telah jujur kepada Allah, maka Allah mengabulkannya.” Kemudian ia dikafani dengan jubah Rasulullah saw. kemudian Rasulullah, kemudian Rasulullah menshalatinya. Dan di antara doa yang ada dalam shalat beliau. “Ya Allah ini adalah hamba-Mu, keluar dalam rangka berhijrah di jalan-Mu, maka dia terbunuh dalam keadaan syahid dan aku adalah saksi atas hal itu.” (HR. An-Nasa’i)

Gak tau , hadist ini beputar2 dibenak saya belakangan. Maka saya berusaha mencaricari redaksi lengkapnya. Dalam konteks jihad hadits ini hadir, tapi bukan dalam konteks itu ingatan saya hadir. Pada kata2:

“Jika kamu jujur kepada Allah (dalam hal ini) maka Allah akan mengabulkannya.”

dan:

“ia telah jujur kepada Allah, maka Allah mengabulkannya.”

pendidikan buat siapa?

ingin bertanya, pendidikan itu buat siapa kawan?

tak bisakah mereka bersabar?

Besok pagi, mahasiswa baru sudah mulai heregistrasi (yang PMDK), sementara sekian banyakbanyak lainnya berjuang untuk dapat tempat salah satunya di UNS. Tak bisakah mereka bersabar sebentar nunggu saya keluar?

Sing Children of the World: Islam will unite us all

dapat lagu bagus. pernah denger sebelumnya di albumnya Yusuf Islam, tapi ternyata ada versi aslinya yang dinyanyiin sama Dawud Wharsby Ali.

ini liriknya:

Walking through the crowded streets of a market in Morocco
Sitting on a smiling camel in the desert of Arabia
Chasing ’round the bamboo trees abandoned in Indonesia
Gathering brightly coloured leaves in a forest of Canada
Napping beneath the date palm shade under blue skies of Tunisia
Sweeping out his parents’ shop on a side street in Pakistan
Planting rows of beans and maize on a small farm in Uganda
Laying back to count the stars from somewhere in Afghanistan
Oh Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!
Splashing through the pouring rain in a village of Guyana
Nibbling cakes from picnic plates on a mountain top in Switzerland
Tending to a flock of sheep down under in Australia
Greeting morning with a prayer on the golden Egyptian Sand
Oh Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!
Crying himself to sleep with no hope left for dreaming
Begging in the burning sun, holding out her hand
Palms held tightly on his ears to muffle all the screaming
Sitting where her house once stood trying hard to understand
See the Children of the World (Subhannallah)
All the Children of the World (Subhannallah)
Sing for the Children of the World (Subhannallah)
Pray for the Children of the World (Subhannallah)
[DWA and Children]
Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Sing Children of the World (Sing along)
Come together and hear the call
Sing Children of the World (Sing along)
Islam will unite us all
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!
Subhanallah, Wa Alhamdullillah Wa Allahu Akbar!

KAMDA Solo ke Putri Cempo

Tadi Pagi diajak si Bos Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Kecil KAMMI Daerah Solo, main ke Putri Cempo, Tempat Pembuangan Akhir sampah Kota Solo. Silaturahmi ke tempat Bapak *walah saya lupa namanya*. Berangkat ber 6, ada Bakhtiar si Bos PMEK, Saras Bos Kaderisasi, Santo dari Kaderisasi juga, akhwatnya ada Ulil ma Nurma. Gak lama Syamsul Ketum KAMDA Solo nyusul bareng Ridwan sekjen KAMDA. Banyak yang saya pelajari dari tu Bapak dari obrolan 1jam itu.

Apa yang kita bayangkan ketika bicara soal TPA?

Tingkat kesehatan yang rendah?, tingkat pendidikan yang rendah?, tingkat ekonomi yang rendah? Ternyata kata tuh Bapak nggak kawan.

Bergaul sama sampah malah buat tingkat imun warga sana tinggi. Malah dia nganjurin kalo mau sehat seminggu sekali sekitar ½ sampai 1 jam, datanglah ke TPA.

Jadi kalo mau buat bakti sosial kesehatan disini ya paling yang laku ukur tensi, timbang badan kali mas, kata bapaknya. Bukan lagi jarang yang sakit, tapi emang gak ada yang sakit karena sampah.

Tingkat pendidikan sudah jauh lebih baik sekarang. Dalam artian partisipasi pendidikan sudah cukup baik. Ssekarang tingkat minimal pendidiakn ya SMA, dibanding akhir tahun 80-an sudah cukup meningkat. Dulu paling bisa diitung yang lulus SD. Skarang kalo pun ada kasus putus sekolah karena anaknya aja yang males, lah wong kebutuhan hidupnya dah dipenuhi orangtuanya kata si bapak lagi. Beda sama dulu yang putus sekolah karena tuntutan ekonomi.

Kemana penghasilan mereka habiskan? Apakah pangan? Sandang? Papan? Ternyata gak. Penghasilan mereka sebagian besar malah dialokasikan buat kepentingan sosial. Nganter beras, kebutuhan pokok ke saudara2nya, itu lebih besar proporsinya.

Tapi bukan berarti kemudian gak ada yang bias kita lakukan. Banyak hal yang ternyata bisa dilakukan disana, dan kami dari KAMDA Solo akan mencoba menjadikannya ladang amal.

Mas,…mas….moga bisa segera deket ke hidayah Allah ya…

Malam ini tidur di eNHa (masjid kampus) aja lagi. Malas mau pulang malam malam gini. Besok pagi aja sebelum shubuh pulangnya. Terakhir pulang malam ada kejadian lucu.

Tetangga saya: (nama sengaja disamarkan): “Hei San, baru pulang?”

Ichsan (nama sengaja gak disamarkan): “Iya nih Mas”

Sengaja saya hampirin tuh si Mas, dari mulutnya kecium bau ciu *minuman keras khas Solo*, yah mabok lagi tebak saya dalam hati.

Tetangga saya: “Bener San Insya Allah saya mau belajar sama kamu”, entah dah kali keberapa dy ngomong gini

Ichsan: “Iya Mas, saya tunggu”

Tetangga saya: “Tak anter pulang ya, Hoi, keluarin motor…” teriaknya ke anakbuahnya

Ichsan: “Wah gak usah mas ngerepotin” padahal yang ada saya takut napa2 di jalan, lagi mabok je…

Tetangga saya: “Ah,…kamu ini. Gak papa…”

Motor keluar. Dia agak kebingungan juga mau naik, lah lagi gak sadar gitu.

Saya makin khawatir, padahal dari rumahnya ke tempat saya tinggal gak jauh2 amat lagi, tapi kalo gini bisa2 gak sampai rumah nih pikir saya.

Ichsan: “udah ah mas, saya jalan aja, kayaknya Mas lagi gak,…”

Tetangga saya: “ah, gak papa”

Tetangga saya itu terus memaksa naik dan …

Gubrakkkkkk….dya jatuh terjengkang, walah…

“Mas, pergi mas, masnya pergi…” temennya nyuruh saya pergi

Yaudah deh, pergi saya.

Akhirnya besok2nya saya malah jadi gak enak hati kalo lewat rumah dia. Gimana gitu,…

Jadi inget juga Ramadhan kemaren, dia tidur di Masjid. Pas saya mau sahur dya bangun. Ngomong2 trus hampir mau Shubuh dia nanya, “saya ikut Sholat Shubuh boleh gak San?”, hmmm…karena dia abis mabok saya agak bingung juga jawabnya, akhirnya tak SMS Murobbi saya tanya boleh gak nya orang mabok sholat,

“kalo dia dah sadar, suruh sholat. Mandi dulu, terus ajak tobat sekalian” kurang lebih gitu jawaban Murobbi saya. Tapi pas jawaban itu sampe dia dah keburu pergi, tak kejar gak kekejar, akhirnya tak SMS, “Mas, ke masjid. Ayo sholat” akhirnya dia datang. Jamaah sholat dah pada pulang dah sepi. Dia sholat, saya temenin bareng Ircham *temen kost saya*, awalnya sholatnya lancar, eh…dah hampir selesai mulai kacau. Sujud sampai 4 kali…entah lupa atau karena masih dibawah pengaruh alkohol.

“saya lupa” katanya…

Kadang kalo saya lewat dia juga sering nanya. Apa saya dah lulus. Dia punya jaringan buat lowongan kerja. Kadang sampai2 dia telpon tu si Bos nya. Bilang kalo mau nitipin temannya *saya maksudnya* buat kerja.

Kadang kala lain, dengan mata merah *entah abis minum atau baru bangun tidur* dia datang ke masjid. Nemuin saya dan nitip uang infaq buat masjid…

Mas,…mas….moga bisa segera deket ke hidayah Allah ya…

Next Page »